BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Masyarakat islam di era modernisasi saat ini memiliki banyak
perubahan sikap yang signifikan. Baik dalam hal kepribadian, pemikiran, maupun
cara bergaul. Hal tersebut didominasi oleh perkembangan budaya barat yang
memengaruhi hampir seluruh Negara di dunia. Sehingga masyarakat islam sedikit
banyak telah terbius untuk meniru kebudayaan-kebudayaan yang sebenarnya tak
begitu cocok dengan tradisi budaya timur.
Demi memberantas hal ini, pemuka muslim saat ini telah berupaya
untuk memperluas daerah dakwah. Salah satunya dengan mengadakan tausiyah di
berbagai tempat baik di lingkungan pribadi maupun di tepat-tempat lain yang
memerlukan sentuhan khusus untuk memperdalam agama.
1.2 Tujuan
Dibuatnya makalah ini bertujuan untuk menciptakan pergaulan yang
islami dalam dunia islam. Khususnya bagi kader islam yang masih perlu dorongan
dari lingkungan sekitar untuk membentuk karakter diri yang mencerminkan adanya
nilai-nilai yang terkandung dalam al-Qur’an dan al-Hadist.
Selain itu, saya juga mengharapkan lahirnya semangat diri untuk
memotivasi kita agar menjadi muslim muslimah yang tangguh, sehubungan dengan
semakin gencarnyapengaruh luar islam yang dapat merusak generasi penerus islam
ini. Karena telah banyak kasus yang dapat kita jadikan pelajaran untuk menjadi
manusia yang lebih baik.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Silaturrohim
Silaturrohmi berasal dari bahasa Arab yang
berarti saling menyayangi atau saling mencintai. Saling mencintai dalam hal ini
adalah memberi perhatian dan peduli terhadap nasib sesama umat islam. Tanpa
memperdulikan ras, suku, dan bangsa. Karena seperti sabda Nabi yang menyatakan
bahwa sesama muslim adalah bersaudara. Sehingga kita diperintahkan untuk
memperlakukan umat muslim lainnya dengan penuh kasih sayang.
Di zaman modern seperti
sekarang ini, pengaruh globalisasi dapat melunturkan budaya islam yang senang
bersilaturrohmi demi mempererat hubungan ukhuwah islamiyah. Semua itu
disebabkan oleh semakin padatnya aktifitas manusia demi memenuhi kebutuhan
hidup mereka. Tak jarang sangat banyak kasus kesenjangan sosial yang terjadi di
daerah-daerah yang memiliki populasi penduduk yang dipadati dengan aktifitas
yang mengikat seperti di daerah perkotaan.
Masyarakat
islam di daerah perkotaan lebih senang menghabiskan waktu di kantor atau tempat
kerja untuk menghasilkan uang ketimbang mengunjungi sanak saudara demi
memperkukuh tali persaudaraan. Sehingga sangat kurang atau mungkin hampir tidak
ada interaksi antartetangga di sekitar lingkungannya.
2.2 Pergaulan
Antar Sesama Muslim
Pergaulan yang sehat dan memberi manfaat telah diajarkan oleh
Rosululloh SAW selama beliau hidup. Bahkan sebelum beliau diangkat menjadi
Rosul Allah SWT. Hal itu menunjukkan bahwa kepribadian Rosul yang begitu patut
untuk ditiru merupakan suatu perwujudan dari pembelajaran yang beliau berikan
kepada kita semua melalui sikap dan parilaku beliau.
Muslim saat
ini memiliki banyak tantang internal maupun external yang berhubungan dengan
aqidah, akhlaq, dan syari’ah. Oleh sebab itu, jaln yang perlu diambil oleh umat
islam selain menuntut ilmu untuk lebih memahami keadaan adalah mempererat
hubungan kekeluargaan antar sesama muslim. Karena Rosulullah sendiri sangat
mewanti-wanti kepada kaumnya untuk selalu memperbaiki hubungan sesame muslim.
Seperti yang tergambar dalam hadist berikut:
حَدِ يث عَبْدِاللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِ اللهُ عَنهُمَا. أنَّ رَسُولَ اللهِ صلّي اللهُ عليهِ
وَسَلّمَ ، قَالَ : الْمُسْلِمُ أَخُوالْمُسْلِمِ ، لَا يَظْلِمُهُ ، وَلاَ يُسْلِمُهُ . وَمَنْ كَانَ فِى
حَاجَةِ أَخِيهِ . كَانَ اللهُ فِى حَاجَتِهِ . وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً ، فَرَّجَ اللهُ
عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ. وَمَنْ سَتَرَمُسْلِمًا ، سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اخرجه البخاري فى : – كتاب المظالم: – باب لايظلم المسلم المسلم ولايسلمه .
Artinya:
Abdullah bin Umar r.a. berkata : Rasulullah saw. Bersabda : Seorang muslim saudara terhadap sesama muslim, tidak menganiyayanya dan tidak akan dibiarkan dianiaya orang lain. Dan siapa yang menyampaikan hajat saudaranya, maka Allah akan menyampaikan hajatnya. Dan siapa yang melapangkan kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan kesukarannya di hari qiyamat, dan siapa yang menutupi aurat seorang muslim maka Allah akan menutupinya di hari qiyamat. (Bukhari, muslim).
Maksud yang terkandung dalam hadist ini
antara lain, diperintahkan kepada kita umat muslin untuk saling membantu
saudara sesama muslim dan memberikan
kemudahan kepada mereka, serta membantu mereka untuk tidak mengumbar aib atau
sesuatu yang membuat mereka merasa kecil dihadapan saudara-saudaranya.
Dari hadist tersebut Rosululloh telah
menggambarkan bahwa hubungan yang baik antar sesama muslim itu memang perlu
mendapat perhatian khusus dari setiap orang yang mengaku beragama islam. Karena
dengan terciptanya kedamaian dan kerukunan antar sesama muslim
bukan tidak mungkin budaya-budaya luar yang dapat menghancurkan akhlaq itu dapat diberantas.
bukan tidak mungkin budaya-budaya luar yang dapat menghancurkan akhlaq itu dapat diberantas.
Namun, problematika yang sedang terjadi di
tengah-tengah peradaban umat islam saat ini, justru sebagian besar disebabkan
oleh adanya perbedaan pendapat yang berakhir pada saling menghujat, dan
penetuan salah-benar diantara mereka. Hal yang berhubungan dengan aqidah dan
syari’ah selalu menjadi pembahasan utama antar golongan islam ini. Nampaknya,
hadist nabi yang menyebutkan bahwa islam akan terbelah menjadi beberapa
golongan sudah sangat tampak di era ini. Sehingga kita akan lebih sulit untuk
membedakan mana di antara berpuluh-puluh aliran ini yang merupakan islam
sejati.
Orang-orang yang tidak faham akan fenomena
ini malah akan memanfaat kesempatan tersebut untuk saling menjatuhkan dan
mengokohkan golongannya sebagai golongan islam yang paling benar dan dapat
menghantarkan umat islam lainnya menuju surga Alloh. Padahal, jika kita dapat
mengambil hikmah yang tersembunyi dari alasan terbaginya umat menjadi
kelompok-kelompok atau gologan ini, tak lain adalah untuk menguji rasa peduli
dan kekeluargaan yang baik antar sesama umat islam. Karena Alloh sendiri
berfirman bahwa :
“Orang – orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu,
damaikanlah (perbaikilah hubungan ) antara kedua saudaramu itu, dan takutlah
kepada Alloh, supaya kamu mendapat rahmat.(49:10).
Dari ayat di atas, Alloh sendiri telah
menjelaskan dengan gamblang akan hubungan sesame muslim yang sudah seharusnya.
Hanya saja, perbedaan pendapat antargolongan itulah yang menyebabkan sering
terjadinya kesalah pahaman antara golongan yang satu dan yang lain.
BAB III
PENUTUP
3.1 Keimpulan
Dari makalah
singkat yang saya buat ini, hendaknya kita dapat mengambil kesimpulan antara
lain:
1.
Mempererat
tali persaudaan antar sesama muslim memang sangatlah perlu agar dapat
menciptakan ketentraman antar umat islam sendiri.
2.
Sehubungan
dengan semakin gencarnya pengaruh globalisasi, perlu adanya persiapan yang
matang khususnya bagi generasi penerus untuk lebih memahami agama islam dan
mempekokoh hubungan sesama muslim.
3.
Harus
ada yang namanya kepedulian, pengertian, dan tolong menolong antar sesama
muslim agar rasa sepenanggungan akan lebih tertanam di hati setiap muslim.
Kita harus
terus mengembangkan ajaran islam tanpa mempermasalahka mana islam yang lebih
benar, karena sesungguhnya kita sudah ditakdirkan untuk menjadi agama yang akan
terpecah belah menjadi beberapa golongan. Namun, yang terpenting adalah harus
adanya sikap saling menguatkan antargolongan islam itu sendiri, agar tak member
celah kepada agama lain yang ingin mempropagandakan masalah ini sebagai salah
satu alasan untuk menjatuhkan umat agama islam.
3.2 Kritik dan Saran
Semoga dengan adanya makalah ini dapat meningkatkan semangat kita untuk
memupuk kekompakan sehingga tak mudah terpengaruh dan goyah oleh pengaruh luar.
Serta kita dapat mengambil inti dari hal-hal yang sudah dipaparkan meski hanya
sekilas. Selebihnya, apabila ada kesalahan mohon untuk diperbaiki karena saya
sendiri masih jauh dari kesempurnaan.
Saya juga berharap agar makalah ini dapat dijadikan bahan pemicu
diri kita untuk selalu semangat memperjuangkan agama ini, dan merasa bangga
dengankeislaman kita karena diluar sana masih banyak orang-orang yang belum
mendapatkan hidayah dari Alloh untuk mengenal lebih dekat tentang ajaran islam.


0 komentar: