Author: Disasta_Nisa
•17.01

                                                           BAB I
                                                PENDAHULUAN

1.1                        Latar Belakang

Masyarakat islam di era modernisasi saat ini memiliki banyak perubahan sikap yang signifikan. Baik dalam hal kepribadian, pemikiran, maupun cara bergaul. Hal tersebut didominasi oleh perkembangan budaya barat yang memengaruhi hampir seluruh Negara di dunia. Sehingga masyarakat islam sedikit banyak telah terbius untuk meniru kebudayaan-kebudayaan yang sebenarnya tak begitu cocok dengan tradisi budaya timur.
Demi memberantas hal ini, pemuka muslim saat ini telah berupaya untuk memperluas daerah dakwah. Salah satunya dengan mengadakan tausiyah di berbagai tempat baik di lingkungan pribadi maupun di tepat-tempat lain yang memerlukan sentuhan khusus untuk memperdalam agama.

      1.2 Tujuan

Dibuatnya makalah ini bertujuan untuk menciptakan pergaulan yang islami dalam dunia islam. Khususnya bagi kader islam yang masih perlu dorongan dari lingkungan sekitar untuk membentuk karakter diri yang mencerminkan adanya nilai-nilai yang terkandung dalam al-Qur’an dan al-Hadist.
Selain itu, saya juga mengharapkan lahirnya semangat diri untuk memotivasi kita agar menjadi muslim muslimah yang tangguh, sehubungan dengan semakin gencarnyapengaruh luar islam yang dapat merusak generasi penerus islam ini. Karena telah banyak kasus yang dapat kita jadikan pelajaran untuk menjadi manusia yang lebih baik.










                       BAB II
               PEMBAHASAN    


2.1 Silaturrohim

            Silaturrohmi berasal dari bahasa Arab yang berarti saling menyayangi atau saling mencintai. Saling mencintai dalam hal ini adalah memberi perhatian dan peduli terhadap nasib sesama umat islam. Tanpa memperdulikan ras, suku, dan bangsa. Karena seperti sabda Nabi yang menyatakan bahwa sesama muslim adalah bersaudara. Sehingga kita diperintahkan untuk memperlakukan umat muslim lainnya dengan penuh kasih sayang.
           Di zaman modern seperti sekarang ini, pengaruh globalisasi dapat melunturkan budaya islam yang senang bersilaturrohmi demi mempererat hubungan ukhuwah islamiyah. Semua itu disebabkan oleh semakin padatnya aktifitas manusia demi memenuhi kebutuhan hidup mereka. Tak jarang sangat banyak kasus kesenjangan sosial yang terjadi di daerah-daerah yang memiliki populasi penduduk yang dipadati dengan aktifitas yang mengikat seperti di daerah perkotaan.
           Masyarakat islam di daerah perkotaan lebih senang menghabiskan waktu di kantor atau tempat kerja untuk menghasilkan uang ketimbang mengunjungi sanak saudara demi memperkukuh tali persaudaraan. Sehingga sangat kurang atau mungkin hampir tidak ada interaksi antartetangga di sekitar lingkungannya.

       2.2  Pergaulan Antar Sesama Muslim

            Pergaulan yang sehat dan memberi manfaat telah diajarkan oleh Rosululloh SAW selama beliau hidup. Bahkan sebelum beliau diangkat menjadi Rosul Allah SWT. Hal itu menunjukkan bahwa kepribadian Rosul yang begitu patut untuk ditiru merupakan suatu perwujudan dari pembelajaran yang beliau berikan kepada kita semua melalui sikap dan parilaku beliau.
                 Muslim saat ini memiliki banyak tantang internal maupun external yang berhubungan dengan aqidah, akhlaq, dan syari’ah. Oleh sebab itu, jaln yang perlu diambil oleh umat islam selain menuntut ilmu untuk lebih memahami keadaan adalah mempererat hubungan kekeluargaan antar sesama muslim. Karena Rosulullah sendiri sangat mewanti-wanti kepada kaumnya untuk selalu memperbaiki hubungan sesame muslim. Seperti yang tergambar dalam hadist berikut:

حَدِ يث عَبْدِاللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِ اللهُ عَنهُمَا. أنَّ رَسُولَ اللهِ صلّي اللهُ عليهِ      
وَسَلّمَ ، قَالَ : الْمُسْلِمُ أَخُوالْمُسْلِمِ ، لَا يَظْلِمُهُ ، وَلاَ يُسْلِمُهُ . وَمَنْ كَانَ فِى
حَاجَةِ أَخِيهِ . كَانَ اللهُ فِى حَاجَتِهِ . وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً ، فَرَّجَ اللهُ
عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ. وَمَنْ سَتَرَمُسْلِمًا ، سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اخرجه البخاري فى : – كتاب المظالم: – باب لايظلم المسلم المسلم ولايسلمه .
Artinya:
Abdullah bin Umar r.a. berkata : Rasulullah saw. Bersabda : Seorang muslim saudara terhadap sesama muslim, tidak menganiyayanya dan tidak akan dibiarkan dianiaya orang lain. Dan siapa yang menyampaikan hajat saudaranya, maka Allah akan menyampaikan hajatnya. Dan siapa yang melapangkan kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan kesukarannya di hari qiyamat, dan siapa yang menutupi aurat seorang muslim maka Allah akan menutupinya di hari qiyamat. (Bukhari, muslim).

           Maksud yang terkandung dalam hadist ini antara lain, diperintahkan kepada kita umat muslin untuk saling membantu saudara sesama muslim dan  memberikan kemudahan kepada mereka, serta membantu mereka untuk tidak mengumbar aib atau sesuatu yang membuat mereka merasa kecil dihadapan saudara-saudaranya.
            Dari hadist tersebut Rosululloh telah menggambarkan bahwa hubungan yang baik antar sesama muslim itu memang perlu mendapat perhatian khusus dari setiap orang yang mengaku beragama islam. Karena dengan terciptanya kedamaian dan kerukunan antar sesama muslim
bukan tidak mungkin budaya-budaya luar yang dapat menghancurkan akhlaq itu dapat diberantas.
          Namun, problematika yang sedang terjadi di tengah-tengah peradaban umat islam saat ini, justru sebagian besar disebabkan oleh adanya perbedaan pendapat yang berakhir pada saling menghujat, dan penetuan salah-benar diantara mereka. Hal yang berhubungan dengan aqidah dan syari’ah selalu menjadi pembahasan utama antar golongan islam ini. Nampaknya, hadist nabi yang menyebutkan bahwa islam akan terbelah menjadi beberapa golongan sudah sangat tampak di era ini. Sehingga kita akan lebih sulit untuk membedakan mana di antara berpuluh-puluh aliran ini yang merupakan islam sejati.
          Orang-orang yang tidak faham akan fenomena ini malah akan memanfaat kesempatan tersebut untuk saling menjatuhkan dan mengokohkan golongannya sebagai golongan islam yang paling benar dan dapat menghantarkan umat islam lainnya menuju surga Alloh. Padahal, jika kita dapat mengambil hikmah yang tersembunyi dari alasan terbaginya umat menjadi kelompok-kelompok atau gologan ini, tak lain adalah untuk menguji rasa peduli dan kekeluargaan yang baik antar sesama umat islam. Karena Alloh sendiri berfirman bahwa :







“Orang – orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu, damaikanlah (perbaikilah hubungan ) antara kedua saudaramu itu, dan takutlah kepada Alloh, supaya kamu mendapat rahmat.(49:10).

        Dari ayat di atas, Alloh sendiri telah menjelaskan dengan gamblang akan hubungan sesame muslim yang sudah seharusnya. Hanya saja, perbedaan pendapat antargolongan itulah yang menyebabkan sering terjadinya kesalah pahaman antara golongan yang satu dan yang lain.
                 

             BAB III
                                       PENUTUP

3.1 Keimpulan

                 Dari makalah singkat yang saya buat ini, hendaknya kita dapat mengambil kesimpulan antara lain:
1.      Mempererat tali persaudaan antar sesama muslim memang sangatlah perlu agar dapat menciptakan ketentraman antar umat islam sendiri.
2.      Sehubungan dengan semakin gencarnya pengaruh globalisasi, perlu adanya persiapan yang matang khususnya bagi generasi penerus untuk lebih memahami agama islam dan mempekokoh hubungan sesama muslim.
3.      Harus ada yang namanya kepedulian, pengertian, dan tolong menolong antar sesama muslim agar rasa sepenanggungan akan lebih tertanam di hati setiap muslim.
Kita harus terus mengembangkan ajaran islam tanpa mempermasalahka mana islam yang lebih benar, karena sesungguhnya kita sudah ditakdirkan untuk menjadi agama yang akan terpecah belah menjadi beberapa golongan. Namun, yang terpenting adalah harus adanya sikap saling menguatkan antargolongan islam itu sendiri, agar tak member celah kepada agama lain yang ingin mempropagandakan masalah ini sebagai salah satu alasan untuk menjatuhkan umat agama islam.


3.2  Kritik dan Saran

Semoga dengan adanya makalah ini dapat meningkatkan semangat kita untuk memupuk kekompakan sehingga tak mudah terpengaruh dan goyah oleh pengaruh luar. Serta kita dapat mengambil inti dari hal-hal yang sudah dipaparkan meski hanya sekilas. Selebihnya, apabila ada kesalahan mohon untuk diperbaiki karena saya sendiri masih jauh dari kesempurnaan.
Saya juga berharap agar makalah ini dapat dijadikan bahan pemicu diri kita untuk selalu semangat memperjuangkan agama ini, dan merasa bangga dengankeislaman kita karena diluar sana masih banyak orang-orang yang belum mendapatkan hidayah dari Alloh untuk mengenal lebih dekat tentang ajaran islam.


  
|
This entry was posted on 17.01 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: